MISSED CALLS

Terkisahlah persahabatan yang erat antara Sinta dan Hendra. Sudah lama mereka bersahabat, walau kadang terjadi kesalahpahaman, persahabatan mereka tetap awet. Tetapi sepertinya beda dengan kesalahpahaman kali ini yang menjadikan keretakan hubungan yang serius diantara mereka.Sebenarnya hanya masalah sepele yang jadi masalahnya, Sinta ingin dihari ultahnya dia mendapat hadiah boneka panda dari Hendra sahabatnya. Tapi hendra adalah sahabat yang pengertian, maka dihari ultahnya…..
Hendra : “ Met ultah ya sahabatku, moga panjang umur, sehat selalu and tambah dewasa tambah berkat and tentu saja tambah cantik”
(sambil menjabat tangan Sinta dan menyerahkan kado)
: “maap, Cuma ini yang bisa aku kasih ke kamu”
Sinta : (membalas jabatan tangan Hendra dan menerima kadonya)
“Thanks ya Ndra, kamu emang sahabatkau yang paling baik yang pernah aku miliki”
Hendra : “Sama sama sahabatku”
Sinta :”apa ini Isinya?? Boneka panda kan……????”
(sambil menggoyang-goyang kado dan berharap-harap cemas)
Hendra : “bukan, buka aja sendiri kadonya”
(Menunjuk kearah kado)
Sinta : (Membuka kado dengan tergesa-gesa)
“lhooh… kok Cuma jam beker??”
(dengan muka kecewa memandang Hendra)
Hendra : ( agak risih memandang Sinta)
“ maap Sin, Cuma itu yang bisa aku kasih”
Sinta : “tapi kan aku mintanya boneka panda…..”
(sedikit kesal lalu memalingkan muka)
Hendra : “ tapi aku rasa kamu lebih butuh ini daripada boneka panda itu”
(berusaha meyakinkan Sinta)
Sinta : “ kukira kau sahabatku yang paling ngertiin aku, tapi ternyata kau sama saja dengan yang lain.., huh….”
(berpaling dan meninggalkan Hendra)

Christi lalu berlalu begitu saja meninggalkan Hendra, Hendra mencoba untuk meneleponnya, tapi Sinta malah mematikan HPnya sehingga tak bias lagi dihubungi siapapun. Dampaknyapun kepada semua teman yang ingin menghubunginya, tak terkecuali Dika, pacar Sinta. Walau Dika bukan anak baek baek, bahkan cenderung nakal, tapi Sinta mencintainya dengan tulus karena dia yakin suatu saat Dika pasti akan berubah. Sore itu, Dika lagi ngumpul-ngumpul sama Genk-nya di markas besar mereka.
A :”eh bro, tau gak kalian kalo kemarin gue abis jadian sama si Riska, anak kampung sebelah itu..”
B : “Riska temennya Siska itu?? Ah yang bener aja kau…??”
A : “ya bener lah.., masak aku bo’onk sama kalian, kita kan pren…”
C :” wah……., tambah pula dalam genk kita yang udah gak jomblo lagi…..”
B : “ Eh iya, gimana kabar kau ama cewek kau Dik?? Masih jalan trus kan??”
Dika : “ ya baek-baek aja lah, Cuma beberapa hari ni dia gak da kabar, lagi sibuk kali”
C : (menepuk pundak Dika)
“Dik, kalo gak salah ni hari ultahnya cewek kau kan?? Dah kasih ucapan selamat loem?? Kalo gak salah juga kan pas ultah yang kata orang ‘suit sepentin’..”
Dika : “eh iya,” (mengeluarkan HP) “thanks bro udah ingetin”
(menepuk pundak C lalu berdiri hendak menelepon ceweknya)
B : “ ah kau Dik, masak ultah ceweknya ampe lupa, payah banget kau ini”
Dika : “ Sssstttttt……., diem kalian semua, lagi serius ni!!” (menunjuk HPnya)
“ diem! Dah masuk ni!!”
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi”
Dika : “ lhooh, kok gak aktif sih??” ( kebingungan)
E : “Geneyo Bro, kok koyok kethek ditulup??”
Dika : “nggak tau tuh, tiba-tiba nomor pacarku gak bisa dihubungi.”
C : “lagi sibuk kali tuh, makanya gak diangkat”
Dika : “ tapi ni gak masuk kok, biasanya kan masih masuk…”
B : “coba lo telpon lagi”
Dika : “ sama aja tuh”
“ eh, aku cabut dulu ya, kwatir da sesuatu ma dia”
(bergegas pergi meninggalkan markas)
Setelah Dika pergi, teman-temannyapun bergegas pulang juga.

Di rumah, Dika kembali menelepon Sinta, Pacarnya. Tapi seperti tadi siang, berkali-kali Dika meneleponnya, jawaban yang sama yang diterimanya. Dika menjadi termenung sendirian diatas tempat tidurnya.
Dika : “knapa dengan Sinta ya…?? Gak biasanya dia kayak gini”
Tiba-tiba sayup-sayup terdengar suara lonceng gereja berdentang memanggil-manggil.
Dika : “kok hari gini da lonceng sih?? Siapa yang meninggal??”
Dika tersadar akan sesuatu
Dika : (tersadar sesuatu dan tersentak kaget)
“ Oh Tuhan…. Ampuni aku Tuhan.. slama ini aku tkah jauh meninggalkanMu, tak pernah pergi ke gereja, tak pernah buka alkitab, bahkan aku sering mabuk-mabukan sama teman-teman genk-ku, Tuhan ampuni aku…..”
(muka menengadah ke langit)
“lonceng itu tlah mengingatkanku Tuhan, aku janji mulai saat ini aku akan penuhi panggilanMu”

Sementara itu ditempat lain, Sinta yang ngambek lagi sendirian di kamarnya menyetel radio. Dia memikirkan apa yang tlah diterimanya hari ini. Gaun dari ibunya, sepatu dari kakaknya, dan juga yang paling mengusik benaknya adalah jam beker kecil dari Hendra sahabatnya. Terngiang dalam benaknya ucapan Hendra bahwa ia lebih membutuhkan jam beker ini daripada boneka panda. Lalu ia tersadar sesuatu..
Sinta : “Oh My God…. Knapa aku bisa sampai kayak gini… knapa aku harus ngediemin sahabat terbaik yang pernah kumiliki, yang paling ngertiin aku…..??”
“dia ngerti banget kalo aku paling susah kalo disuruh bangun pagi, makanya dia kasih jam beker ini”
(sambil menimang-nimang jam bekernya)
“Tuhan,,, thanks ya udah kasih aku shabat yang sepengertian Hendra, aku janji gak bakalan nyia-nyiain dia lagi”
(mengangkat tangan Tanda bersumpah)
“Dia pasti udah khawatir banget nih..”
(meraih HP disampingnya dan menyalakannya)
“aku harus cepet-cepet minta maaf sama Hendra ni…”
Demikianlah Sinta dan Dika menyadari kesalahannya masing-masing. Setelah Dika merenung, dia kembali menelepon Sinta dan mengucapkan selamat ultah.

Seringkali kehidupan kita sebagai manusia kadangkala seperti mereka. Seperti Sinta kita kadang ngambek karna Tuhan nggak kasih yang kita minta, bahkan Tuhan ngasih yang lain, tapi Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan yang terbaik untuk kita. Bahkan tak sedikit pula dari kita yang seperti Dika, sibuk dengan urusan pribadi. Tak pernah sedikitpun peduli dengan panggilan Tuhan, padahal Tuhan selalu setia memanggil-manggil kita untuk kembali ke jalan-jalanNya. Tuhan yang selalu menunggu kita untuk menjawab setiap panggilanNya. Sayup-sayup di radio terdengar penyembahan yang syahdu, keduanya ikut larut dalam penyembahan.

Ingat, Tuhan selalu memanggilmu, jangan biarkan setiap panggilan Tuhan berakhir dengan “MISSED CALLS”

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s