Piala

Pernah suatu kali ada kawan main kerumah dan bertanya, “kamu kan pinter toh, kok nggak punya piala sih?”
Sebenernya saya nggak pinter” amat emang, jadi ya gaada piala dirumah. Lagian ukuran pinter kan ga melulu soal piala yang dimiliki.
Namun saya lebih bangga dan berbahagia jika dinding rumah saya dihiasi oleh medal of honor daripada lemari saya penuh dengan piala. Saya merasa lebih bahagia jika saya dikenal karna jasa yang saya lakukan dan dampaknya untuk orang banyak, bukan apa yang saya lakukan dengan mengalahkan orang lain. Saya lebih puas apabila apa yang saya lakukan mampu mengangkat orang lain, membantunya bermimpi lebih tinggi, berdampak lebih luas, bukan mengerjakan sesuatu pencapaian dengan mematahkan mimpi orang lain.
Hidup saya terasa lebih hidup saat melihat mimpi orang lain tumbuh, membantu merawat mimpinya dan melihatnya memetik buah” mimpinya. Kepuasan terbesar saya adalah saya melihat mereka berkata, “dulu mimpi mimpi itu hanya tergantung di langit-langit kamar kami, sekarang kami telah menggenggamnya.”

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s