Memburu Matahari Terbit di Dermaga Bayutowo

Tantangan menulis 30 hari
Hari Ketiga

Hari ini adalah tanggal 3 Januari, artinya libur telah usai dan saatnya masuk kerja atau masuk sekolah. Tentu saja bagi yang bekerja dan sekolah, namun bagi saya hari ini masih terhitung hari libur, karena saya bukan orang yang bekerja atau sekolah. Pagi ini saya harus mengantar adik saya satu-satunya berangkat ke sekolah, karena jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh, ya hampir 40 kilometer lah, jadi harus naik bis. Sebelum subuh dia sudah bersiap-siap, sementara saya masih nyenyak tidur. Saat subuh saya di bangunkan, masih dengan mata yang susah dibuka, saya bangun dan cuci muka. Oh ya, jarak dari rumah ke pangkalan bis sekitar 20 kilometer, biasanya sih kalo siang ada angkot, berhubung ini masih subuh jadi saya harus mengantar adik saya ke pangkalan bus yang lumayan bikin capek naik motornya. Sepulang dari pangkalan bus, saya lihat langit sebelah timur cukup cerah, jadi saya memutuskan untuk mampir ke Dermaga Banyutowo.

Dermaga Banyutowo merupakan salah satu destinasi favorit di kawasan pati utara sebagai spot melihat matahari terbit. Dermaga ini adalah termpat bersandarnya kapal-kapal nelayan yang mencari ikan di kawasan Dukuhseti dan sekitarnya. Disini terdapat juga Tempat Pelelangan Ikan, yang biasanya akan ramai mulai tengah hari saat para nelayan sudah pulang dari melaut. Beruntungnya saya pagi ini, datang di dermaga pukul 05.06 menurut jam yang saya bawa. Disitu sudah ada beberapa perahu nelayan yang sudah melaut, beberapa perahu yang sedang bergerak menuju tengah laut dan masih banyak juga perahu yang bersandar. Para nelayan disini memang menggunakan perahu yang kecil, bukan perahu besar yang banyak terlihat di dermaga Juwana.

Jpeg

JpegSebelum matahari terbit, ada sekelompok nelayan yang datang ke ujung dermaga saya menunggu untuk memotret matahari terbit, ternyata mereka adalah awak perahu yang akan melaut pagi ini. Beberapa orang terlihat menarik perahu yang bersandar mendekati ujung deraga dan satu-persatu masuk ke dalam perahu. Satu perahu diisi oleh sebelas orang, sedangkan perahu yang lain ada yang berisi 5 maupun 6 orang.

Jpeg
Kelompok Nelayan yang akan melaut
Jpeg
Sedang menunggu rekannya menarik perahu ke dermaga

Tak lama kemudian, di ufuk timur mulai nampak sorot-sorot kekuningan yang menandakan bahwa matahari akan segera muncul, ya sayangnya saya hanya membawa kamera handphone, padahal pagi itu matahari muncul sangat indah. Namun begitu, setidaknya saya bisa mengabadikan matahari terbit di pantai banyutowo pagi itu, sebagai sebuah kenang-kenangan yang bisa dilihat-lihat kembali bahwa saya pernah menyaksikan sunrise di pantai banyutowo, sebuah dermaga kecil yang mempesona.

JpegJpeg

JpegJpeg

Jpeg

Jika kalian datang ke kawasan pati utara, anda harus menyempatkan mampir kesini, entah sengaja memburu sunrise atau datanglah siang hari untuk memburu ikan hasil tangkapan nelayan di tempat pelelangan ikan, disini ikannya masih murah dan segar, fresh from the sea.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s