Terlanjur Hidup

Suatu ketika guru SMA saya pernah bertanya, “apakah kalian ini orang yang siap hidup apa terlanjur hidup?” seorang murid yang berani pun membalas bertanya, “apa bedanya pak?” Pak guru itu kemudian menimpali,”lha kalian ini ditanya kok malah balik nanya, jawab dulu nanti saya jelaskan.”

Beberapa saat kemudian beberapa orang mengangkat tangan saat ditanya siapa yang memilih siap hidup, kemudian yang lain mengangkat tangan saat ditanya terlanjur hidup.

Kemudian pak guru melanjutkan dengan menjelaskan apa bedanya antara terlanjur hidup. Orang yang terlanjur hidup cenderung menyalahkan situasi, kondisi atau orang lain akan apa yang terjadi dalam hidupnya, ia merasa bahwa ia adalah korban keadaan yang segala sesuatu terjadi di luar kehendak dirinya. Pak guru menyebutnya si pesimis. Di sisi lain, orang yang siap hidup adalah si optimis. Dia tahu bahwa hidup ini sukar, berat dan penuh tantangan, tapi dia juga tahu bahwa itu adalah kesempatan bagi dirinya untuk membuktikan bahwa dia hidup dan apa yang terjadi dalam dirinya adalah sesuatu yang dikontrolnya. Si optimis ini sadar bahwa dengan megetahui siapa dirinya dan lingkungannya, mereka bisa menghadapi kehidupan yang berat. Bagi orang pesimis, kehidupan ini terlalu kejam bagi mereka sehingga mereka menjadi korban kehidupan atas ketidakmampuan mereka.

 

Jadi, apakah anda temasuk orang yang siap hidup atau terlanjur hidup?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s