Pitutur Jawa: Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi

Padha gulangen ing kalbu, ing sasmita amrih lantip, aja pijer mangan nendra, kaprawiran den kaesthi pesunen sariranira, sudanen dhahar lan guling.

Dadiya lakunireku, cegah dhahar lawan guling, lawan aja asukan-sukan, anganggoa sawatawis, ala watake wong suka, suda prayitnaning batin.

Kutipan diatas adalah potongan dua bait pertama dari 16 bait di bagian pupuh kinanthi. Serat Wulangreh sendiri adalah sebuah karya sastra yang digubah oleh Sri Susuhunan Pakubuwana IV yang berupa tembang (lagu) macapat. Sesuai dengan namanya, serat wulangreh berisikan ajaran-ajaran yang menuntun pada tujuan atau jalan mencapai tujuan, makna-makna tulisannya adalah tentang manusia dengan Tuhan, manusia-dengan manusia, serta bagaimana menjalani hidup yang sempurna, sebagaimana yang sering dituliskan dalam sastra jawa adalah sampai pada kesempurnaan manuggaling kawula gusti. Hidup yang baik dalam kehidupan ini adalah tema utamanya. Memilih kepada siapa kita berguru, kebijaksaan dan pengertian, kepekaan akan alam dan sekitar, tentang norma, tata krama dan berbakti, tentang pengendalian diri dan keluhuran hidup.

Alasan mengapa saya mengutip dua bait di atas adalah karena saya sendiri merasa tertegur dengan kalimat-kalimat di bait tersebut. Bait tersebut, apabila diterjemahkan menjadi begini:

Latihlah jiwamu, asahlah kepekaan akan suara hati, jangan hanya makan dan tidur saja, kejarlah sifat-sifat kesatria, disiplinkan dirimu dengan mengurangi makan dan tidur.

Jadikanlah sebagai kebiasaan (gaya hidup) untuk menahan makan dan tidur yang berlebihan, jangan gemar berpesta pora, pakai dan nikmati secukupnya dan sewajarnya, karena kebiasaan berpesta pora akan mengurangi kepekaan batin.

Saya sangat tertegur oleh bait ini karena sebagai orang muda, seharusnya masa-masa ini adalah masa dimana saya harus ditempa untuk dapat meraih atau memiliki jiwa kesatria itu, namun yang sering saya lakukan adalah bermalas-malasan, makan dan tidur seenaknya. Sebagai orang muda, saya tersadar banyak hal yang harus saya pelajari dalam kehidupan ini, mengasah kepekaan pada diri sendiri dan alam sekitar, berlatih dan menjadi kesatria untuk menjadi pribadi yang mampu berkontribusi bagi kehidupan bersama dalam bermasyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s