Antre Dong!

Budayakan antre.
Seringkali tulisan tersebut ditemukan di tempat-tempat pelayanan publik. Tentu saja tulisan tersebut dipajang karena masih ada banyak orang yang tidak membudayakan antre. Seenaknya menyerobot jalur, mendahului giliran, dan tidak menghargai ketertiban. Banyak orang yang telah mencoba tertib jadi tidak tertib karena orang-yang tidak mau tertib ini sehingga muncul kekacauan tatanan, macet misalnya, atau adu mulut bahkan baku hantam.

Melatih antre atau tertib di jalur antrean bukan saja membuat kita menjadi lebih sabar, namun juga membantu melatih otak untuk bekerja sistematis, mengikuti alur yang ada. Dengan bekerja sesuai alur yang benar, pekerjaan akan mampu dikerjakan secara efektif dan efisien. Jika setiap pengguna jalan raya mampu menata dirinya untuk tertib di jalan raya, tentu tidak akan menimbulkan kemacetan, karena setiap orang akan berjalan pada alurnya masing-masing. Ketika tidak saling menyerobot atau pindah jalur seenaknya, laju kendaraan bisa mengalir dengan lancar, tidak ada kendaraan yang terhambat lajunya karena ada yang pindah jalur sembarangan jalan menjadi tertib dan lancar.

Untuk antre menjadi kebudayaan, seperti yang ditulis, maka perlu dibiasakan. Kebiasaan yang dimulai dari kecil akan lebih mudah dilakukan dan akan bertahan lebih lama. karena itu mari kita ajari anak-anak kita untuk belajar antre dan tertib, dengan kita menjadi teladan yang baik buat mereka. 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s